HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT STRES PADA PASIEN KANKER DI YAYASAN KANKER INDONESIA CABANG JAWA TIMUR

Ima Nadatien, Mulayyinah Mulayyinah

Abstract


Abstrak

          Stres yang dialami oleh pasien kanker bisa dikarenakan pasien tidak bisa mengatasi masalah yang dihadapi dan menjadi beban pikiran sehingga terjadi stres. Di Yayasan Kanker Indonesia tahun 2017 mencatat 399 orang menderita kanker yang akan menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan mekanisem koping dengan tingkat stres pada pasien kanker di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur.Desain penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini pasien kanker sebesar 32 pasien. Sampel sebesar 32 pasien dengan teknik Simple Random Sampling. Variabel independenmekanisme koping dan variabel dependen tingkat stres. Pengambilan Data menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan uji statistik exact fisher didapatkan nilai α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan dari 32 responden sebagian besar (78.6%) memiliki mekanisme koping adaptif, sebagian besar (40,6%) memiliki tingkat kecemasan berat. Hasil uji statistik diperoleh nilai ρ = 0,000 yang membuktikan bahwa mekanisme koping berhubungan dengan tingkat stres pada pasien kanker di Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur. Semakin tinggi mekanisme koping maladaptif maka semakin tinggi tingkat stres pada pasien kanker. Disarankan tenaga kesehatan mampu memberikan penyuluhan atau konseling dan pasien kanker hendaknya lebih banyak membaca, melihat, mendengar untuk mengetahui dan mengatasi apa penyebab terjadinya stres.

 

Kata kunci : mekanisme koping, tingkat stres.

 

  

Abstract

Stress experienced by patients with cancer may be resulted from the inability to overcome the problems which become the burdens in their mind and eventually creating stress In the Indonesian Cancer Foundation, 399 people are recorded in 2017 to suffer from cancer which will become the leading cause of death in Indonesia. Hence, this study was purposed to identify the correlation between coping mechanism and stress level in patients with cancer in the Indonesian Cancer Foundation, East Java branch. This analytical observational study was conducted by using cross sectional design. It involved 32 patients with cancer in which 32 patients were chosen by using total sampling technique. The independent variable was coping mechanism, whereas the dependent variable was stress level. Questionnaire was used to collect the data which were analyzed using Fisher’s exact test with the significance level or α = 0.05. The results of this study conducted to 32 respondents, most of them (78.6%) had adaptive coping mechanism, whereas most of them (40.6%) experienced severe level of stress. Moreover, the results of statistical test showed that the value of ρ = 0.000 which proved that coping mechanism was correlated with level of stress experienced by the patients in the Indonesian Cancer Foundation, East Java branch. The higher the maladaptive coping mechanism is, the higher the level of stress in patients with cancer. The health workers are suggested to be able to give them counseling. On the other hand, the patients with cancer should read, watch, and listen more to find out and avoid the causes of stress.

 

Key words: coping mechanism, stress level.


Full Text:

PDF

References


Alimul, Hidayat, A. A. (2008). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Dahlia, Dwi. (2009). Pengalaman Spiritual Perempuan Dengan Kanker Servik di RSUPN dr. Cipto Mangungkusumo, Tidak diterbitkan, Tesis, Universitas Indonesia, Jakarta.

Departemen Kesehatan Indonesia. (2013). Seminar Sehari dalam Rangka Memperingati Hari Kanker Sedunia 2013. Retrived from http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=2233 Date: 10 April 2014 time: 15.00.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2012). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2011. Surabaya. Diakses dari www.dinkes.surabaya.go.id. Pada tanggal 21 April 2019 pukul 21.20 WIB.

Greenwald, H.P., & McCorkle, R. (2007). Remedies life change among invasive cervical cancer survivor. Urology Nursing, 27 (1), 47-53. (PMID: 17390927).

Kaliat, B. A. (2006). Proses Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Luwina, N. S. (2006). Stres meningkatkan risiko timbulnya kanker payudara. Dikutip dari http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=news&tipe=detai l&detail=19759.

Mubarak, Wahit Iqbal; Indrawati, Lilis; Susanto, Joko. (2015). Buku Ajar Ilmu Keperawatan Dasar, Buku 2. Jakarta: Salemba Medika.

Sarwono. (2011). Psikologi Remaja. Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers.

Stuart, G.W., and Sundeen, S.J. (2000). Principles and practice of psychiatric nursing. Sixth edition. St. Louis: Mosby Year Book.

Sunaryo. (2005). Management Stress. Jakarta: Gramedia.

World Health Organization. (2007). International Agency for Research on Cancer. IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risks to Humans: Human Papillomaviruses. Vol. 90. Lyon, France




DOI: https://doi.org/10.33006/ji-kes.v2i2.121

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

 

 

ISSN: 2579-7913