PERTUMBUHAN BAYI BERDASARKAN FREKUENSI DAN DURASI MENYUSU

Juhrotun Nisa, Umriaty Umriaty, Meyliya Qudriani

Abstract


Bayi ASI eksklusif berpeluang mengalami pertumbuhan normal 1,62 kali lebih besar dibandingkan bayi ASI non eksklusif, tetapi berat badan bayi dapat menurun salah satu penyebabnya dipengaruhi oleh faktor frekuensi pemberian ASI dan jumlah ASI yang diperoleh, termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung didalam ASI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan frekuensi menyusu dan durasi menyusu dengan pertumbuhan bayi. Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan rancangan cross sectional, dimana populasinya adalah bayi usia 0 s/d 6 bulan yang menjalani ASI Ekslusi. Teknik pengambilan sample dengan accidental sampling dan teknik analisa dengan chi square. Hasil penelitian menujukan bahwa 90.9% frekuensi menyusu bayi lebih dari 8 kali perhari, dengan durasi menyusu lebih dari 15 menit setiap kali menyusu sebanyak 87.9% dan berat badan bayi berada di pita kuning sebanyak 6.1%. Tidak terdapat hubungan antara frekuensi menyusu dan durasi menyusu dengan pertumbuhan bayi.

 

Kata kunci: Frekuensi Menyusu, Durasi Menyusu, Pertumbuhan Bayi.


Full Text:

PDF

References


Adriani M dan Wirjatmadi B. 2012. Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta:Kencana.

Arief, N. 2009. Panduan Ibu cerdas ASI dan Tumbuh Kembang Bayi. Yogyakarta: Media pressindo.

Erlinawati, Amir dan Puteri. 2019. Hubungan Frekuensi Pemberian Asi Pada Ibu Menyusui Dengan Peningkatan Berat Badan Bayi. Jurnal Doppler Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Volume 3 (2): 9-18.

Fitri, Chundrayetti, dan semiarti (2014). Hubungan Pemberian ASI dengan Tumbuh Kembang Bayi Umur 6 Bulan di Puskesmas Nanggalo. Jurnal Kesehatan Andalas. Volume 3 (2).

Hardianti M. 2013. Seberapa Seringkah Frekuensi dan Durasi Menyusui itu Seharusnya. http://www.vemale.com

Giri, M. (2013). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Status Gizi Balita Usia 6-24 Bulan Di Kampung Kajanan, Buleleng. JST (Jurnal Sains dan Teknologi).Volume 2 (1).

Kemenkes RI. 2018. Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Jakarta: Kemekes RI.

Lissauer T, Fanaroff A. 2009. At a glance neonatologi. Jakarta: Erlangga Medical Series;

Maryunani.(2012). Analisis Faktor yang Memengaruhi Produksi ASI pada Ibu Menyusui Bayi Usia 4-6 Bulan (Primipara) Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Rubaru Kabupaten Sumenep

Rahayu, Novayelinda dan Agrina. 2018. Hubungan Teknik Perlekataan Menyusui dengan Kejadian Regurgitasi Pada Bayi Usia 0-2 Bulan. JOM FKp. Volume 5 No 2.

Reeder, Martin & Griffin. 2011. Maternity nursing: Family, newborn, and women’s health care (18th ed) (Yati Afiyanti dkk, Penerjemah). Jakarta: EGC

Rini dan Nadhiroh. 2015. Hubungan Frekuensi Dan Lama Menyusu Dengan Perubahan Berat Badan Neonatus Di Wilayah Kerja Puskesmas Gandusari Kabupaten Trenggalek. Media Gizi Indonesia. Vol. 10 (1) : 38-43

Sabrina, A. 2020. Cara Membaca KMS (Kartu Menuju Sehat), Informasi Gizi dan Tumbuh Kembang Anak. Hello Sehat. Diunggah 30 Maret 2020. https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/cara-membaca-kms/#gref

Sari, Tamtomo dan Anantayu. 2017. Hubungan Teknik, Frekuensi, Durasi Menyusui dan Asupan Energi dengan Berat Badan Bayi Usia 1-6 Bulan di Puskesmas Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Amerta Nutr: 1-13

Soetjiningsih. 2008. ASI Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: EGC

Susanti M, dkk. 2012. Hubungan Pola Pemberian ASI dan MP-ASI dengan Gizi Buruk pada Anak 6-24 Bulan di Kelurahan Pannampu Makassar. Media Gizi Masyarakat Indonesia. Volume 1, No. 2




DOI: https://doi.org/10.33006/ji-kes.v4i1.163

Article Metrics

Abstract view : 36 times
PDF - 20 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 ISSN: 2579-7913