Penerapan Metode Regresi Ridge dalam Mengatasi Multikolinieritas pada Tingkat Fertilitas Wanita Usia Subur

Rahmi Susanti, Canda Dwi Giyatri, Ismail AB

Abstract


Abstrak

Multikolinieritas merupakan asumsi pada regresi linear berganda yang terjadi karena korelasi antar variabel bebas yang menyebabkan permasalahan analisis. Penanganan yang dilakukan salah satunya dengan regresi ridge, yang dapat memastikan varians yang lebih kecil dalam estimasi parameter. Multikolinieritas pada data fertilitas menyebabkan varian dan galat yang besar. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan yang mempengaruhi fertilitas, deteksi multikolinieritas dan membuat model prediksi terbaik pada fertilitas wanita usia subur di Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metode analisis data regresi linier berganda dan metode ridge. Data yang digunakan merupakan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 dengan dengan sampel sebanyak 701 WUS. Hasil penelitian diperoleh regresi ridge sebagai pemodelan terbaik dalam memprediksi tingkat fertilitas. Nilai VIF dan standar error yang lebih kecil dari MKT menjadikan regresi ridge sebagai pemodelan terbaik dalam menentukan tingkat fertilitas di Kalimantan Timur. Pemodelan regresi ridge yang digunakan dalam memprediksi tingkat fertilitas YR = 2,995148 - 0,01406898 (umur seks pertama) - 0,0119283 (umur kawin pertama) - 0,04233311 (umur pertama melahirkan) + 0,1001676 (lama kontrasepsi) + 0,1802514 (jumlah anak ideal) + 0,1679205 (kematian anak) – 0,005938239 (Indeks kekayaan). Umur seks pertama, umur kawin pertama, umur pertama melahirkan, lama KB dan jumlah anak ideal berpengaruh signifikan dengan tingkat fertilitas. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi bagi WUS (15-49 tahun) guna menurunkan tingkat fertilitas dan laju pertumbuhan penduduk.

Kata kunci: fertilitas, wanita usia subur, regresi ridge

 

Abstract

Multicollinearity is an assumption in multiple linear regression that occurs because the correlation between independent variables causes analysis problems. One of the treatments is ridge regression, which can ensure a smaller variance in parameter estimation. Multicollinearity infertility data causes large variants and errors. This study aims to determine the determinants that affect fertility, detect multicollinearity and make the best prediction model for the fertility of women of childbearing age in East Kalimantan. This study used a cross-sectional design and data analysis method of multiple linear regression and ridge method. The data used is 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) with a sample of 701 WUS. The results obtained ridge regression as the best modeling in predicting fertility rates. The VIF value and standard error which is smaller than MKT make ridge regression the best model in determining the fertility rate in East Kalimantan. Ridge regression modeling used in predicting fertility rates YR=2.995148-0.01406898(age at first sex)-0.0119283(age at first marriage)-0.04233311(age at first birth)+0.1001676(contraceptive time)+0.1802514(ideal number of children)+0.1679205(child mortality)–0.005938239(wealth index). Age at first sex, age at first marriage, age at first delivery, length of family planning, and the ideal number of children had a significant effect on fertility rates. It is necessary to increase knowledge about reproductive health for female women (15-49 years) in order to reduce the fertility rate and population growth rate.

Keywords: fertility, women of childbearing age, ridge regression

Full Text:

PDF

References


Adi, E. S. (2013) Faktor yang Mempengaruhi Fertilitas di Desa Kandangtepus Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Universitas Jember. Tersedia pada: https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/5660/Endru Setia Adi - 080810101052.pdf?sequence=1.

Arsyad, S. S. dan Nurhayati, S. (2016). “Determinan Fertilitas Di Indonesia ( Determinant of Fertility in Indonesia ),” Kependudukan Indonesia, 11(1), hal. 1–14. Tersedia pada: http://ejurnal.kependudukan.lipi.go.id/index.php/jki/article/view/65/96.

Basuki, A. T. (2016). Pengantar Ekonometrika (Dilengkapi Penggunaan Eviews). Yogyakarta: Danisa Media.

Cenia, A. V. (2017). “Persepsi Usia Menikah Ideal dengan Jumlah Anak yang Diinginkan Pada Remaja Kelas XI di SMA N 1 Depok Sleman Yogyakarta,” Universitas Asyiyah Yogyakarta.

Chatterjee, S. dan Hadi, A. S. (2006) Regression Analysis by Example. 4 ed. USA: John Wiley & Sons.

Cicih, L. H. M. (2019) Info demografi. Jakarta: LD-FEB Universitas Indonesia.

Hanum, N. dan Andiny, P. (2018) “Pengaruh Tingkat Pendidikan, Usia Perkawinan Pertama dan Kematian Bayi terhadap Fertilitas di Kabupaten Aceh Timur,” Jurnal Samudra Ekonomi dan Bisnis, 9(2), hal. 160–170. doi: 10.33059/jseb.v9i2.764.

Kurniawan, R. dan Yuniarto, B. (2016) ANALISIS REGRESI: Dasar dan Penerapannya dengan R. Jakarta: PT. Kharisma Putra Utama.

Montgomery, D. C., Peck, E. A. dan Geoffrey, V. G. (2012) Introduction to

linear regression analysis. 5 ed. Canada: John Wiley & Sons.

Nasution, S. L. (2012) “Pengaruh Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di Indonesia,” Journal of Widyariset, 15(1), hal. 75–84. http://widyariset.pusbindiklat.lipi.go.id/index.php/widyariset/article/viewFile/27/22.

Oktriyanto, Puspitawati, H. dan Muflikhati, I. (2015) “Nilai Anak dan Jumlah Anak yang Diinginkan Pasangan Usia Subur di Wilayah Perdesaan dan Perkotaan,” Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 8(1), hal. 1–9. doi: 10.24156/jikk.2015.8.1.1.

Pontoh, A. H. (2018) “Tingkat Karakteristik (Umur, Paritas, Pendidikan) Ibu Hamil Tentang Kejadian Kehamilan Resiko Tinggi,” Griya Husada, hal. 52–59.

Pratama, S. A. N., Trisnaningsih dan Zulkarnain (2017) “Hubungan Lama Pendidikan Nilai Anak dan Usia Kawin Pertama dengan Jumlah Anak,” Universitas Lampung. doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.

Raharja, M. B. (2014) “Fertilitas Remaja di Indonesia,” Kesmas: National Public Health Journal, 9(1), hal. 6. doi: 10.21109/kesmas.v9i1.449.

Rahman, K. dan Muslimin, I. (2020) “Umur Pertama Kali Melakukan Hubungan Seks Pada Pasangan Menikah Di Provinsi Sulawesi Barat,” Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 10(1), hal. 63–70.

Saraswati, S., Trisnaningsih dan Zulkarnain (2018) “Hubungan Lama Pendidikan Usia Kawin Pertama Dan Lama Menggunakan Alat Kontrasepsi Dengan Jumlah Anak,” Jurnal Penelitian Geografi, 6(1).

Sari, N. (2017) “Determinan Fertilitas Melalui Pendekatan Total Fertility Rate (Tfr) Di Indonesia: Analisis Data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (Sdki) Tahun 2007,” Dunia Kesmas, 6. doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.

Saskara, I. ayu gde dyastari dan Marhaeni, A. agung istri ngurah (2015) “Pengaruh Faktor Sosial , Ekonomi dan Demografi Terhadap Penggunaan Kontrasepsi di Denpasar,” Jurnal ekonomi kuantitatif terapan, 8(2), hal. 155–161.

Schneider, A., Hommel, G. dan Blettner, M. (2010) “Linear regression analysis,” Deutsches Arzteblatt, 107(44), hal. 776–782. doi: 10.3238/arztebl.2010.0776.

SDKI (2017) Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. Jakarta: BKKBN, BPS, Kementerian Kesehatan, dan ICF International. doi: 0910383107 [pii]r10.1073/pnas.0910383107.

Sinaga, L., Hardiani dan Prihanto, P. H. (2017) “Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat fertilitas di perdesaan (Studi pada Desa Pelayangan Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batanghari),” Jurnal Paradigma Ekonomika, 12(1).Tersedia pada: https://online-journal.unja.ac.id/index.php/paradigma/article/view/3933.

Sunaryanto, H. (2012) “Analisis Fertilitas Penduduk : Provinsi Bengkulu ( the Analysis of Population Fertility : Bengkulu Province ),” Analisis Fertilitas Penduduk: Provinsi Bengkulu, VII(1), hal. 19–38. Tersedia pada: http://ejurnal.kependudukan.lipi.go.id/index.php/jki/article/download/81/73.

Winta, M. V. I. dan Syafitri, A. K. (2019) “Coping Stress Pada Ibu Yang Mengalami Kematian Anak,” PHILANTHROPY: Journal of Psychology, 3(1), hal. 14. doi: 10.26623/philanthropy.v3i1.1513.

Yuniarti, S. dan Setiowati, T. (2015) “Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Fertilitas pada Ibu Pasangan Usia Subur ( PUS ) di Wilayah Kerja PUSKESMAS Melong Asih Kota Cimahi,” Politeknik Negeri Bandung.

Zulkifli, Amri dan Munawar, E. (2020) “Analisis fertilitas di provinsi aceh,” Perspektif Ekonomi Darussalam, 6, hal. 54–71.




DOI: https://doi.org/10.33006/ji-kes.v5i1.214

Article Metrics

Abstract view : 31 times
PDF - 16 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 ISSN: 2579-7913